TANAH ITU BERJULUK BUMI DARANANTE
”Menjadi seorang pendidik bukanlah hal yang mudah. Mendidik, melatih, memahami, serta mengayomi para peserta didik merupakan hal utama yang harus dilakukan seorang pendidik dalam menjalankan tugas dan fungsi nya sebagai seorang pendidik”
Di awal tahun 2019 merupakan tahun pertama ku dalam menjalani profesi sebagai seorang pendidik. Mendedikasikan diri di salah satu Sekolah Negeri di sudut Bumi Daranante sebutan lain untuk Kabupaten Sanggau, yang mana Kabupaten kami ini berada di bagian Utara Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah ± 12.857,70 Km² dengan kepadatan 29 jiwa per Km². Bumi Daranante beriklim tropis dengan rata-rata curahan hujan yang cukup tinggi dan pada umumnya kota ini merupakan daerah dataran tinggi yang berbukit dan rawa-rawa yang dialiri oleh beberapa sungai seperti Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam. Selain itu terdapat juga beberapa tempat wisata diantaranya seperti wisata budaya Keraton Istana Surya Negara, wisata alam Air Terjun Pancur Aji, Riam Macam, taman Sabang Merah dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sekarang sudah memasuki tahun ketiga, aku mengabdi di sebuah sekolah negeri di sudut Bumi Daranante ini. Jarak tempuh dari rumah menuju Sekolah tempat aku mengabdikan diri sebagai Oemar Bakri ± 35 menit. “Pak Eko” begitulah sapaan akrab siswa di Sekolah menyapaku. Walaupun lama masa pengabdian ini masih terbilang singkat tetapi begitu banyak cerita, pengalaman, pelajaran, serta suka duka yang aku dapatkan selama mengabdikan diri di Sekolah yang aku cintai ini.
Pada masa – masa awal aku menjalani rutinitas sebagai seorang pendidik tentu ada banyak pengalaman serta cerita yang didapat dan dirasakan baik itu berupa cerita suka maupun cerita duka, semua aku lalui dengan penuh kesabaran. Kesungguhan hati ingin mendedikasikan diri sebagai seorang insan pendidik itu adalah kunci kesuksesanku dalam menghadapi berbagai macam rintangan, irama dan problematika dalam menjalani profesi sebagai seorang pendidik.
Kecintaan akan dunia pengabdian ini membuatku selalu bersemangat dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi para peserta didik, yang sudah barang tentu memiliki latar belakang yang berbeda – beda baik itu dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik belum lagi ditambah dengan perbedaan latar belakang keyakinan beragama maupun perbedaan tingakat sosial ekonominya. Menjadi seorang pendidik bukanlah hal yang mudah. Mendidik, melatih, memahami, serta mengayomi para peserta didik merupakan hal utama yang harus dilakukan seorang pendidik dalam menjalankan tugas dan peran dalam bidang profesinya. Pendidik harus mampu mengembangkan dan menggali potensi diri dari peserta didik terutama dalam hal yang menyangkut kemampuan kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dimiliki peserta didik. Sebagai pendidik, Guru tentunya harus bisa meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan saat ini, dimana teknologi merupakan acuan dari segala aspek pengetahuan. Pendidik, juga dituntut untuk dapat melatih dan mengembangkan potensi keterampilan dan kemampuan para peserta didik. Tidak hanya itu saja, seorang guru juga harus mampu menjadi orang tua kedua dari peserta didik, Pendidik harus bisa menjadi fasilitator dan motivator bagi siswa dalam belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan mereka.
Guru berperan sebagai model yang dijadikan contoh oleh para peserta didik, oleh karena itu seorang guru harus memiliki akhlak yang baik dan budi pekerti mulia agar peserta didik lebih menghormati dan menjadikan seorang guru sebagai pedoman dan tauladan. Guru adalah tempat menimba ilmu bagi para peserta didik, sebagai pendidik guru harus membantu perkembangan anak didiknya untuk memahami, dan menguasai ilmu pengetahuan. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar pada berbagai kesempatan. Kemampuan ini tidak hanya berdasarkan teori-teori yang diperoleh dari bangku pendidikan, melainkan harus dihayati dan disikapi sebagai suatu seni dalam mengajar.
Komentar
Posting Komentar